logo

FILM dan VIDEO

Editing Digital | Edit VIdeo | Premiere

FILM = VIDEO ?

Apa itu FILM dan VIDEO? Film sama tidak dengan Video?  Nah sebelum kita bahas gimana cara bikin “Film” atau gimana cara bikin “Video” ? Istilah mana sih yang seharusnya kita pakai? Apa perbedaan dari istilah Film atau Video?

Dasar dari penamaan film dan video sebenarnya berawal dari format produksi yang digunakan. Baik Film atau video yang kita kenal sekarang merupakan sebuah penggabungan dari audio dan visual yang dijadikan sebuah gambar yang bergerak, itulah intinya.

Film

FILM seluloidFilm pertama kali lahir paruh kedua abad 19, dibuat dengan bahan dasar seluloid yang sangat mudah terbakar bahkan oleh percikan abu rokok sekalipun. Sesuai perjalan waktu , para ahli berlomba-lomba untuk menyempurnakan film agar lebih aman, lebih mudah diproduksi dan mudah untuk ditonton.

Beberapa tahun lalu setidaknya ada tiga macam ukuran film yang diproduksi secara masal yakni 35mm, 16mm, dan 8 mm. Angka-angka tersebut menunjukan lebarnya pita seluloid. Semakin lebar pita seluloid, semakin baik pula kualitas gambar yang dihasilkan. Untuk keperluan khusus, film 65 mm dan 70 mm dapat digunakan. Film yang ditayangkan di teater IMAX Taman Mini Indonesia Indah adalah contoh film yang diproduksi dan ditayangkan dalam format 65 mm yang telah disempurnakan (IMAX). Hamlet (1996) karya sutradara Kenneth Branagh diproduksi dengan film format 65 mm. kualitas gambar yang dihaslkan lebih baik ketimbang  format 35 mm yang lazim ditayangkan di bioskop.

Namun, semakin lebar pita seluloid, semakin langka pula alat perekam dan alat proyeksi yang tersedia. Kamera dan proyektor untuk ukuran 65 mm dan 70 mm bukanlah jenis yang banyak tersedia di pasaran, yang berarti juga semakin mahal.

Video

Format perubahan dasar pita magnetic ini mulai dikenal luas di seluruh dunia pada paruh kedua periode 1970 an, baik untuk keperluan professional seperti televisi maupun keperluan pribadi. Pita magnetic yang terdapat dalam pita video bisa merekam gambar dan suara dengan lebih baik, sedangkan film hanya dapat merakam gambar. Untuk suara digunakan medium rekam lain semisal DAT (digital audio tape).

Video memiliki berbagai jenis untuk berbagai keperluan yaitu U Matic , Betacam SP, Digital Betacam, Betamax, VHS,S-VHS, Mini DV, DV, DV CAM, dan DVCPRO. U Matic merupakan jenis video professional untuk keperluan televisi sampai era 1980an. Begitu juga format Betacam SP yang kualitasnya jauh lebih baik dan masuk Indonesia di kurun waktu 1990an, U Matic pun mulai ditinggalkan. Menjamurnya Betacam SP juga didukung oleh perkembangan alat editing yang memakai teknologi digital. Digital Betacam muncul menyempurnakan format betacam SP dengan teknologi digital, umumnya digunakan untuk keperluan iklan televisi.

Kemudahan pengoperasian kamera menjadi salah satu faktor penting dalam memilih format video, khususnya untuk pasar kaum non professional alias awam. Semenjak tahun 1995, pasar dunia mulai dibanjiri dengan teknologi DV (Digital Video ). Salah satu utama teknologi ini adalah digunakannya CCD. CCD atau charge couple device adalah chip elektronik yang peka cahaya, tugasnya adalah mengubah cahaya yang masuk menjadi sinyal digital untuk kemudian disimpan ke dalam pita bentuk sinyal video. Format yang masuk kategori DV adalah Mini DV, DV, DVCAM dan DVCPRO. Teknologi mini DV , DV,dan DVCAM  dikembangkan dan dipopulerkan di Indonesia oleh Sony Corporation. Sedangkan DVCPRO dikembangkan oleh Panasonic.

FILM vs VIDEO

Segi gambar yang dapat direkam, film dapat merekam image lebih baik dibandingkan rata-rata format video. Dalam segi biaya, video lebih unggul dari film. Baik bahan baku kaset (tape) maupun kamera video harganya lebih murah. Satu can (satuan bahan baku film, dikemas dalam kaleng) film 16 mm merekam gambar selam maksimal 10 menit. Sementara satu kaset video professional , misalnya contoh kaset Betacam SP bisa merekam gambar dan suara selama 30 menit. Sebagai perbanding harga satu can film 16 mm sekitar 10 kali lipat harga satu kaset video professional.

Digital Video

Digital CameraPerkembangan saat ini membuat hampir semua teori diatas terhapuskan atau tidak lagi terpakai. Perkembangan teknologi telah merangkum bentuk Film dan Video menjadi sebuah teknologi yang berbasis digital. Dimana semua keunggulan dan kebutuhan dalam dunia professional mengenai gambar begerak ini telah terjawab semua oleh teknologi digital.

Metode merekam tidak perlu lagi menggunakan media pita seluloid ataupun pita magnetik dan merubah menjadi data digital yang sangat mudah untuk digunakan. Proses Produksi (rekam gambar dan suara), proses editing, sampai dengan proses penyajian saat ini hampir semuanya sudah menggunakan metode digital.

Apa itu metode digital? Saat ini media rekam gambar dan suara dalam media penyimpannya menggunakan format data digital, entah yang kita sebut dengan format mp3, wav, mov,mpeg, mp4, avi dan masih banyak format lainnya yang terus berkembang dan tidak ada habisnya. Untuk segi ukuran (frame) gambar, kita juga sudah jarang sekali mendengar istilah 16 mm, 65 mm dan 70 mm. Satuan ukuran gambar lebih familiar dengan istilah pixels, High Definition (HD), Full HD, 2K, 4K, 720HD, 1080 dan lainnya.

Editing Digital | Edit VIdeo | Premiere

Film atau Video

Jadi, kita akan pakai istilah Film atau Video?

Pengertian Film dan Video yang lebih sering kita sebut sebut sekarang merupakan sebuah kata yang lebih menjadi sebuah kebiasaan dan lebih dilihat dari sudut pandang sebuah konten isi gambar bergerak tersebut. Penyebutan istilah Film akan lebih didominasi pada sebuah gambar bergerak (audio visual) yang bercerita. Penyebutan Video sendiri adalah penyebutan umum untuk mendeskripsikan sebuah media audio dan visual itu sendiri.

Baca juga Jenis Film yang harus kamu ketahui

Read Offline:

Published by

Q Hamdan Purwo Ngabei

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: