logo

Kembangkan Ide Cerita !

ide cerita

Cerita ?!

Kembangkan Ide Cerita ! Kita akan lanjut dari postingan sebelumnya tentang Bikin Film itu Mudah. Lalu apa sih yang perlu kita siapkan pertama kali dalam membuat sebuah Produksi Video atau Film? dalam postingan sebelumnya telah kta bahas bahwa ada 6 tahapan besar yang telah kita bagi secara sederhana dalam membuat sebuah produksi film atau video. Kali ini akan kita bahas Tahap pertama yaitu mengenai Ide Cerita.

Kembangkan Ide Cerita !

ide ceritabila kita bandingkan antara produksi sebuah film professional dan indie, faktor permodalan dan kekuatan alat produksi menjadi pembatas yang secara jelas sekali terlihat perbedaan dan menjadi jurang pemisah yang mutlak. Oleh karena itu, perlu suatu faktor yang akan menjadi kekuatan utama untuk mengaburkan perbedaan tersebut. Ide Cerita ini dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyaingi dan mengaburkan perbedaan tersebut. Bahkan sangat tidak sedikit belakangan ini Film yang digarap secara indie menjadi trending dan disukai oleh bnyak orang karena cerita dan kontennya yang sangat menarik.

Mengembangkan Ide Cerita

Bagaimana cara mengembangkan Ide Cerita ? dan kenapa ide cerita perlu dikembangkan? Banyak sekali film/video yang sebenarnya mempunyai ide cerita dasar / basic story yang sangat menarik dan kreatif, namun terkadang ketika menjadi sebuah cerita dan konten yang utuh menjadi kurang menarik. Biasa nya cerita nya “keren diawal dan membosankan diakhir.” maka dari itulah ide cerita perlu dikembangkan secara mendetail.

“Film atau Video adalah bagaimana kita membawa penonton ikut dalam imajinasi kita dan bertahan dengan apa yang kita sajikan sampai selesai.”

Apa tema yang ingin disampaikan film?

Sebuah Film atau Video harus mempunyai sebuah tema yang ingin disampaikan. Tema tersebut biasannya kita sebut dengan basic story atau ide cerita dasar. Tema dalam sebuah film harus fokus dan mendasar. Tidak sedikit film yang merubah jalur cerita nya pada pertengahan cerita, biasanya ini terjadi akibat kurang kuatnya tema yang akan diangkat.

Membuat sebuah tema harus dipikirkan secara matang matang. Tema itulah yang nantinya akan menjadi suatu hal yang akan disampaikan dalam film atau video. Kemana arah tujuan kita membuat sebuah film akan tertuang dalam tema. Tema ini kemudian akan menjadi sebuah basic story film/video kita. Sebagai sineas sekiranya kita harus dapat menyajikan konten yang bertanggung jawab. Ingat media video (audio visual) saat ini menjadi alat dan senjata paling ampuh dalam menyapaikan informasi apapun. Bahkan Video juga dapat menjadi penentu serta pengubah berbagai sudut pandang dan mindset bagi siapa saja yang menontonnya.

Tentukan apa yang ingin Anda sampaikan dalam FILM Anda !

Bagaimana penyusunan alur serita secara keseluruhan? terasa lurus, bertele-tele atau memberikan kejutan-kejutan?

Setelah ditentukan sebuah tema, mulailah membuat sebuah alur cerita secara keseluruhan. Mulai imajinasikan diri untuk membayangkan alur cerita yang akan tertuang dalam film/video tersebut. Alur ini dapat kita tulis melalui sebuah skenario ataupun story board.  Untuk yang masih kurang paham dalam membuat skenario ataupun story board, kita akan membahas Skenario dan story board secara lebih mendetail di postingan-postingan lainnya nanti.

Adakah konflik utama sebagai penggerak cerita?

Setelah kita menyusun ide cerita secara keseluruhan, maka kita coba kembangkan dan kaji ulang. Apakah cerita tersebut terasa lurus, bertele-tele atau memberikan kejutan-kejutan. Saat cerita yang telah kita buat terasa lurus (membosankan) cobalah tambahkan beberapa konflik agar cerita tidak membosankan. Kita juga dapat membumbuhkan rasa penasaran dan beberapa kejutan kejutan menarik sepanjang cerita. Perlu diingat pula, menambahkan beberapa konflik perlu diperhitungkan pula, jangan sampai cerita tersebut terasa bertele-tele.

Bagaimana segi-segi penokohan atau karakterisasi?

Sangat perlu juga kita persiapkan bagaimana penokohan yang terlibat dalam cerita tersebut. Tokoh tokoh dalam cerita tersebut perlu dipersiapkan karakterisasi tokoh-tokohnnya. Baik tokoh utama, protagonis, antagonis maupun sekedar cameo ataupun extras dan pemain pendukung lainnya. Tokoh tokoh didalam cerita tersebut haruslah dipersiapkan secara detail, baik dari nama, umur, jenis kelamin, hubungan dengan karakter lain, kebiasaan, ciri ciri fisik, ciri ciri non fisik dan lainnya.

Apakah dialog yang digunakan seperlunya dan terasa wajar diucapkan oleh para tokoh? Atau sebaliknya?

Hati hati mengisi dialog dalam sebuah film. Dialog pada tokoh merupakan salah satu unsur penting dalam menyampaikan isi konten atau informasi dalam sebuah film/video. Karena dialog antara tokoh akan memposisikan bahwa penonton berada pada sudut pandang orang ketiga. Perbandingan dialog dan konten cerita harus terasa wajar, dan hati hati pula terlalu banyak dialog akan membuat sebuah film dan video terasa membosankan. Sama halnya dalam kehidupan nyata kita sedang mendengar percakapan antara 2 orang atau lebih sedangkan hanya menjadi pendengar tanpa adanya interaksi. Dialog berbeda dengan voice over. Pada voice over penonton dibawa menjadi sudut pandang orang pertama atau kedua. Guna voice over pada film, adalah penonton diajak berinteraksi seakan akan masuk dalam sebuah adegan film/video tersebut.

Baik dialog maupun voice over perlu sangat dipirkan kalimat keduanya. Apakah kalimat-kalimat dalam dialog maupun voice over tersebut terasa wajar atau tidak dalam penyampaian sang tokoh atau situasi cerita. Kadang dialog yang berlebihan ataupun tidak menyesuaikan dengan tokokh akan sangat merusak mood dan tune dalam film/video tersebut.  Contoh sederhananya, coba kita bayangkan bila seorang berlogat Jawa dengan karakterisasi orang Jawa dia dipaksa untuk berlogat betawi atau dengan bahasa gaul ‘gue elu’. No offense. Apakah tidak lebih baik bila dengan sangan orang jawa tersebut berbahasa Indonesia ataupun Jawa sekalipun ? hitung hitung kita bangga dengan bahasa daerah dan kebudayaan kita sendiri.

Read Offline:

Published by

Q Hamdan Purwo Ngabei

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: