logo

Siapkan Alat Produksi !

Siapkan Alatmu !

Apa saja Alat (gear) yang perlu dipersiapkan dalam produksi film? Bicara produksi sebuah film / video jelas pertama yang kita pikirkan adalah alat rekam gambar dan suara. Jelas terlintas dipikiran pertama kita adalah sebuah kamera.  Berbagai macam kamera sudah sangat umum disekitar kita saat ini. Baik dari Kamera dari mulai analog, DSLR, Kamera Digital, mirror less dan lainnya sudah sangat sering kita jumpai dimana-mana. Para produsen kamera pun tak jarang saling bersaing menciptakan berbagai type kamera untuk terus meningkatkan teknologi kamera tersebut.

Tata kamera menjadi pembangun unsur ceritaPertanyaannya adalah bagaimana cara kita memilih kamera yang akan kita gunakan dalam memproduksi sebuah film / video? Berbeda dengan dahulu, hanya ada sedikit type kamera yang menyediakan fitur untuk rekam video. Bahkan sangat berbeda fungsi dimana kamera untuk fotografi dan kamera untuk merekam video. Dahulu, kita hanya mengenal beberapa jenis kamera untuk merekam gambar gerak dan dengan fungsi yang masih sangat terbatas. Namun pada era saat ini, kemajuan teknologi sangat memudahkan kita dalam memilih sebuah alat rekam gambar. Sudah sangat banyak jenis dan type kamera yang sudah multifungsi, yaitu dapat mengambil gambar (still image) dan gambar gerak sekaligus. Jenis Kamera Professional, semi professional, handycam, dan DSLR bahkan kamera Mirrorless sekalipun sudah dilengkapi dengan fitur rekam video dengan hasil yang sangat baik.

Pilih yang mana?

Lalu apa yang harus kita pilih?

Menggunakan jenis kamera apapun tidaklah masalah. Kita hanya perlu mempertimbangkan beberapa fitur dan spesifikasi output dari kamera tersebut saja. Apakah kita akan menggunakan Analog atau Digital.

  • Perhatikan kebutuhan resolusi maksimal kamera, apakah HD, Full HD, Ultra HD atau bahkan 4K
  • Usahakan cari kamera yang dapat sekaligus merekam audio dengan baik
  • Fitur Stabilizer kamera menjadi nilai tambah
  • Baiknya pilih kamera yang dapat mengatur ISO, diafragma dan shutter speed serta frame rate secara manual.
  • Gunakan kamera yang dapat menggunakan berbagai macam lensa

Memilih kamera apapun tidak masalah, bahkan kamera Handphone sekalipun sudah dapat teruji kualitasnya. Pemilihan Kamera yang paling penting adalah berdasar dari kebutuhan kita dalam membuat sebuah gambar gerak/video.

SDM?

Berbicara dengan alat tidak luput dari operator atau siapa yang akan meng-eksekusi gambar tersebut. Bicara alat bicara dengan operator dan SDM dari tim itu sendiri. Sebaik dan secanggih apapun jenis kamera, akan sangat ditentukan dari siapa yang menggunakan kamera tersebut.

Apakah penata kamera mampu menghasilkan gambar yang bernilai secara artistik maupun teknis?

Penata kamera harus dapat dan mampu menghasilkan gambar yang bernilai secara artistik dan teknis. Setiap gambar yang dihasilkan haruslah memiliki nilai artistik. Setiap gambar (frame) harus mempunyai nyawa. Setiap gambar dalam film mengandung unsur informasi yang mempunyai nilai kesinambungan dari cerita, entah hanya sebagai penghubung, pengantar ataupun konflik dan konten dasar dari sebuah ceritanya. Setiap Gambar juga harus memiliki tanggung jawab secara teknis. Perhatikan kecerahan dan kualitas gambar. Hindari pergerakan yang terlalu cepat dan terkesan kaget, Shaking, terlalu cerah dan terlalu gelap.

Apakah penata kamera mampu menciptakan gambar sesuai tuntutan cerita?

Penata kamera harus mampu menciptakan gambar yang dapat membangun cerita. Bukan hanya sesuai dengan isi cerita saja namun juga dapat membangun cerita. Membangun cerita disini adalah membangun kondisi, emosi serta tangga dramatik cerita. Misalkan dalam adegan mencekam (horor), penata kamera harus mampu mengambil gambar yang sesuai dengan kondisi tersebut. Penata Kamera harus mampu menghadirkan rasa mencekam dalam setiap gambar yang diambilnya untuk adegan tersebut. Dalam setiap gambar yang diambil harus mampu membawa dan menggiring penonton ikut merasakan dalam kondisi tersebut, seakan akan penonton lah yang ada dalam adegan tersebut. Penonton harus merasakan rasa takut, cemas dan mencekam dengan melihat gambar dari cerita tersebut.

Tata Cahaya Bagaimana sumbangan tata cahaya dalam membangun emosi film secara keseluruhan?

Emosi dalam sebuah cerita juga tidak lepas dari sumbangan tata cahaya yang ikut membangun kadar nya. Bahkan untuk beberapa cerita dan adegan unsur tata cahaya ini mempunyai peran yang sangat besar dan strategis dalam mengolah emosi penonton. Misalkan pada adegan yang romantis, tata cahaya ditambahkan dengan special effect “sun flare” cahaya matahari tentunya akan membawa penonton lebih mengerti dan merasakan kadar romantis dalam cerita dan adegan tersebut. Sun Flare tersebut juga dapat menjadi sebuah footage tambahan untuk memberikan keterangan waktu pagi hari.

Apakah gambar yang diambil sudah cukup atau belum

Kebutuhan stock gambar harus tersedia secara matang. Apakah dirasa cukup stock yang ada dalam membangun cerita tersebut. Lakukanlah pengambilan gambar berulang kali, buatlah beberapa opsi gambar dalam setiap adegan. Tambahkan opsi dari beberapa sudut angle kamera yang berbeda dalam satu adegan. Stock Shot ini akan menjadi opsi untuk editor dalam memilih gambar yang terbaik guna menyusun dan menyambungkankan adegan adegan tersebut dalam satu cerita. Tambahkan pula beberapa unsur footage atau gambar sisipan yang menerangkan kondisi tempat, waktu, dan latar adegan tersebut berlangsung. Dalam satu adegan minimalnya terdapat 3 Shot inti yang harus diambil sang penata kamera, yaitu :

  1. Master Shot
  2. Detail  Shot
  3. Footage

 

Baca Juga : Bikin Film itu Mudah

 

 

 

 

 

Read Offline:

Published by

Q Hamdan Purwo Ngabei

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: