logo

Panjat Sosial

Panjat Sosial

Hallo guys, bagi kamu pemuda pemudi hitz nan kekinian pasti sudah dengar lagunya Panjat Sosial made of Roy Ricardo feat Lula Lahfah dan Gaga Muhammad kan? Eits, sebentar sebelum kita mulai, hilangkan fokus kamu dengan part Gaga karena memang agak ‘maksa’ suaranya dan cerita dramanya dulu dengan Awkarin. Nah, buat kamu yang udah denger lirik dari syair-syair lagu Panjat sosial tersebut, ngerasa ga sih ? kalo liriknya yang menggambarkan fenomena anak muda yang katanya kekinian di Indonesia ini. Tapi kalo diperhatiin bukan cuma di Indonesia aja sih, tapi di berbagai belahan bumi ini yang namanya tukang panjat sosial itu selalu ada. Well, dalam bahasa bule, tukang panjat sosial itu apa sih? Social Climber. Yes, itu dia panjat sosial versi bule gaes.

Dalam Urban Dictionary, Social Climber ini dipadankan dengan istilah Attention Whore, yakni sebuah kondisi orang- orang yang haus akan perhatian. Urban Dictionary lebih lanjut menggambarkan seorang Social Climber sebagai seseorang yang suka berteman dengan orang orang yang dianggap populer dengan tujuan untuk menjadi bagian dari kepopuleran tersebut. Hal ini akan berlangsung terus menerus sampai ia mendapatkan kepuasan.

Dari gambaran tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa mereka yang disebut SOCIAL CLIMBER atau Pemanjat Sosial adalah mereka yang gila kedudukan. Mereka mencari pengakuan (di media) sosial yang lebih tinggi dari status sosial mereka yang sebenarnya.  Oleh beberapa ahli, Social Climber ini digolongkan sebagai penyakit sosial dan psikologis.

Kalo kita contohkan, kaya si traveller cantik tapi modal ngutang, atau yang jadi populer karena penipuan agen tour and travel. Buat yang kurang banyak modal buat keliling dunia dan pamer foto traveling, ada juga beberapa orang yang kemudian doyan banget pamer berbagai barang yang diunggah di medsos. Baru HP buah diunggah, baru beli tumblr dari kedai kopi satu set upload, beli sepatu yang merknya bagus dikit langsung unggah lengkap sama dus dan price tagnya sekaligus dengan label “unboxing” biar makin asik. Gemay deh lihatnya!

Sebenernya guys, kalo diperhatiin sosial climber sama pecinta fotografi itu memang beda-beda tipis guys, sama-sama suka mengunggah potret dari berbagai objek ke media sosial. Terus apa dong yang jadi pembeda diantara keduanya? Hmmmm

  1. Sering lihat foto dan caption yang ga nyambung, blass ?!

Seorang social climber selalu mau pamer barang-barang yang mereka miliki, harapannya sih  dipuji, kalaupun enggak dipuji biasanya mereka bakalan memuji diri sendiri. Contoh, captionnya sih “Huh, cape nih abis bikin puding.” Foto yang diunggah malah kitchen set mahal, pudingnya cuma nampak seupil di pojok foto. Atau foto dengan berlatarbelakang pemandangan namun diselingi dengan quote tokoh yang dia sendiri pun gatau apa artinya. Whaatt !

  1. Semua yang baru di bilang hitz dan semua yang catchy dibilang goals, iewh

Sering dong ya kita lihat friendship goals, relationship goals, shopping goals dan berbagai goals goals lainnya yang enggak ada hubungannya dengan main bola sama sekali di media sosial. Seorang social climber enggak akan malu buat bikin postingan yang settingan banget, misalnya dia beli kembang setangkai nih ya terus deh diunggah dengan caption “Makasih sayang sudah belikan aku bunga. Uuunch relationship goals.”

 

  1. Mengunggah foto barang branded beberapa kali

Bukan hal yang aneh jika mengambil foto sebuah benda atau objek dari beberapa angle, demi mendapatkan sisi yang paling bagus, dan nanti angle yang paling bagus itulah yang kita unggah, tapi si social climber malah mengunggah semua foto yang ia ambil dalam satu sesi. Niat banget pengen nyampah, eh pamer maksudnya !

 

Gimana? Kamu termasuk sebagai social climber atau bukan nih? Hati-hati ya, jangan sampai hidup terjebak gengsi, kalau sudah hidup karena gengsi, punya rezeki berapa banyak pun enggak akan pernah cukup buat mencukupi gengsi dan ujungnya hidup jadi sengsara. Lebih baik hidup apa adanya, dijamin bahagia! Atau jika masih kurang bahagia, mending ikut lomba panjat pinang kan ! haha

 

Read Offline:

Published by

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: